Selasa, 20 April 2010

SWOT Analysis sebagai Implementasi Teori Sistem


Sistem adalah sebuah komponen yang terdiri dari beberapa elemen dan subelemen yang terintegrasi, saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Dalam sebuah konsep sistem, ada berbagai perilaku dan gejala sosial, ekonomi, politik, hukum, dan keamanan, dengan berbagai sistem yang lebih luas maupun dengan sub sistem yang tercakup di dalamnya. Sebagai contoh adalah interaksi antar komponen dalam sekolah disebut sebagai sistem, sedangkan komponen di sini dapat disebut dengan warga sekolah (siswa, guru, TU, karyawan, dan orang tua).Interaksi di dalam kelas pada sekolah disebut subsistem, dan interaksi antar sekolah sederajat merupakan suprasistem.
Kedudukan sistem lebih urgen lagi dalam organisasi dengan lingkup yang lebih besar dari sekolah. Hal ini dikarenakan sistem dibuat sebagai dasar dan pokok. Sebab baik tidaknya sebuah organisasi yang terdapat pada suatu lembaga atau instansi tergantung pada ada tidaknya sistem yang baik, sistematis, dan terstruktur. Dengan sistem yang tersusun dengan baik, sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditargetkan. Oleh karena itu, sistem sangat urgen dan vital keberadaannya demi keberhasilan sebuah program kerja.
SWOT adalah akronim dari Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat. SWOT adalah salah satu alat berupa sistem yang bersifat deskriptif/ gambaran untuk membuat program kerja dan untuk menganalisis kondisi yang fluktuatif, baik internal dan eksternal individu maupun organisasi. SWOT dipergunakan dalam memahami sebuah kondisi riil atau posisi dari obyek yang dianalisis.
Analisis SWOT memiliki empat komponen:
1.      Strenght (Kekuatan)
2.      Weakness (Kelemahan)
3.      Opportunity (Peluang)
4.      Threat (Ancaman)
Dalam praktek, keempat komponen tersebut akan terpolar menjadi beberapa subkomponen yang jumlahnya fleksibel tergantung kondisi obyek atau sistem yang dianalisis.
SWOT biasa digunakan untuk menganalisis suatu kondisi dimana akan dibuat sebuah rencana untuk melakukan sesuatu, sebagai contoh program kerja. Mengingat pentingnya analisis lingkungan, dengan alat SWOT Analysis ini, maka diharapkan aktifitas yang dirancang akan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Jika hasil analisis SWOT ini bisa dirinci dengan baik dan terintegrasi dengan tujuan yang hendak dicapai, maka hasil analisis SWOT dapat digunakan untuk memahami keunggulan kompetitif dari sebuah lembaga atau perusahaan, bahkan individu.
Analisis SWOT dipakai untuk, antara lain,
1.      Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi.
2.      Menganalisis kondisi lingkungan internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga.
3.      Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal perusahaan.
4.      Mengetahui sejauh mana kontribusi kita di lingkungan sekitar.
5.      Mengetahui posisi sebuah lembaga di antara lembaga-lembaga lain.
6.      Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dihadapkan dengan para pesaingnya
Selain itu, dari segi obyek analisis, analisis SWOT memiliki beberapa jenis, di antaranya,
1.      Model Kuantitatif
Analisis jenis ini menggunakam teknik penilaian, penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing-masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang satu atau mengikuti lajur vertikal. Standar penilaian di buat berdasar kan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.
2.      Model Kualitatif
Analisa jenis ini tidak jauh berbeda dengan jenis analisis kuantitatif, perbedaan yang mendasar adalah pada penggunaan penilaian yang memadukan komponen kekuatan (kelebihan) dengan kekurangan, cenderung pada hasil yang berupa wujud bukan jumlah nominal yang dihasilkan.
Dengan demikian, SWOT analysis bisa dijadikan sebagai implementasi teori sistem, hal itu karena pemecahan masalah konseptual dalam suatu sistem dapat diselesaikan melalui analisis tersebut. Misalnya, suatu lembaga pendidikan yang berjenjang dasar (Sekolah Dasar atau SD), di dalamnya terdapat berbagai komponen di antaranya guru (pendidik), murid (peserta didik), karyawan, TU (Tata Usaha), masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Berbagai sistem yang ada terkait dengan pembelajaran, registrasi, dan sistem lainnya. Dengan adanya analisis SWOT ini maka dengan mudah lembaga ini menafsirkan segala kelebihan, kekurangan, peluang dan hambatan yang ada dan terjadi di lembaga yang bersangkutan, yang sudah, yang sedang, dan yang akan terjadi. Dari segi sarana prasarana kita dapat menilai dengan menggunakan model kualitatif, yang sebelumnya dilakukan pendataan segala sarana prasarana yang ada dalam sekolah tersebut guna memudahkan penganalisis untuk menilai serta memperbaiki kekurangan yang ada. Di sini mencoba untuk menganalisis beberapa kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran yang ada di sekolah tersebut, seperti berikut ini.

No.
Nama Sarana Prasarana
Jumlah Unit Tahun ini
Jumlah Unit Tahun Depan
1
Komputer
15 unit
20 unit
2
Buku matematika
100 eksemplar
200 eksemplar
3
Meja & kursi
120 unit
150 unit
Tabel Analisa Beberapa Kebutuhan dalam Sekolah

Dari ilustrasi di atas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa analisis tersebut dapat dipergunakan dalam merencanakan hal-hal penting dalam kegiatan pembelajaran termasuk juga sarana prasarana. Jadi, sebuah sistem akan baik jika didukung oleh analisis yang baik pula. Analisis SWOT ini penggunaannya juga tidak terbatas pada sistem pendidikan saja tetapi juga pada sistem kewirausahaan. Dalam sistem kewirausahaan bisa memulai identifikasi masing-masing komponen. Di sini unsur subyektifitas menjadi cukup kental, sehingga penyajian hasil identifikasi penting artinya untuk menjaga obyektifitas serta kedalaman intelektual analisis SWOT yang dilakukan secara individu.
Misalnya, pengamatan pada beberapa UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia dalam kaca mata Analisa SWOT.

Kekuatan:
  1. UKM mempunyai berbagai keterbatasan dalam mengakses sumber daya produktif menjadikan UKM sebagai usaha yang mandiri, kukuh, dan fleksibel
  2. UKM merupakan wahana dan tumpuan utama yang paling menjanjikan bagi penciptaan wirausaha baru yang dapat dijangkau oleh masyarakat yang ingin memulai wirausaha
  3. UKM mempunyai karakteristik keluasan daya tampung yang besar bagi pengejawantahan aspirasi ekonomi masyarakat luas untuk memperoleh penghidupan yang layak.

Kelemahan:
  1. Keterbatasan sarana prasarana dan infrastruktur, terutama di sektor transportasi, telekomunikasi, pasokan air bersih, dan listrik.
  2. Rendahnya kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) tercermin dari lambannya pertumbuhan UKM yang prestatif, dan sedikitnya UKM yang bisa go internasional.
  3. Rendahnya produktifitas dan daya kompetisi yang berekses terhadap penciptaan dan pengeksplorasian peluang usaha, serta akses terhadap sumber-sumber permodalan.
  4. Keterbatasan akses UKM terhadap sumber daya produktif yang menjadi kendala bagi pengembangan UKM secara cepat dan berkesinambungan.
  5. Upaya mempercepat pembangunan UKM memiliki berbagai keterbatasan yakni mekanisme pasar yang berkeadilan belum efektif berfungsi, keterbatasan keuangan negara untuk pembinaan UKM, belum optimalnya fungsi pelaksanaan otonomi daerah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan UKM.
  6. Minimnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi

Peluang:
  1. Munculnya kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan tuntutan masyarakat untuk menciptakan pembangunan nasional yang berkeadilan dan transparan, serta komitmen membangun sistem ekonomi kerakyatan, walaupun masih abstrak.
  2. Potensi pasar dalam negeri yang terus berkembang, seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, kualitas pendidikan, dan tingkat pendapatan.
  3. Pulihnya perekonomian nasional dari krisis ekonomi.
  4. Dukungan pranata konstitusi (Undang-Undang Usaha Kecil, Undang-Undang Perkoperasian, dan Undang-Undang Propernas) yang memberikan prioritas pembangunan ekonomi pada UKM dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan.
  5. Pelaksanaan otonomi disertai permodalan yang lebih baik.
  6. Perubahan struktur perekonomian nasional dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa. Hal ini menciptakan peluang bagi UKM, terutama di bidang agribisnis, agroindustri, pariwisata, industri kerajinan, untuk berkontribusi sebagai sub kontraktor yang kuat dan efisien bagi usaha besar.
  7. Tersedianya SDM angkatan kerja dalam jumlah besar yang masih belum terdayagunakan secara efektif dan produktif.
  8. Semakin pesatnya kerjasama ekonomi antar negara, terutama dalam lingkup ASEAN.
  9. Meningkatnya kesadaran, komitmen, dan keberpihakan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan arti pentingnya UKM dalam perekonomian.
  10. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat menunjang dinamisasi kegiatan bisnis dan juga menunjang kemampuan akses pasar secara cepat.

Ancaman:
  1. Adanya agenda Neoliberalisasi dari dunia internasional. Liberalisasi perdagangan yang tanpa batas akan mengancam upaya pengembangan UKM.
  2. Kompetisi dengan pebisnis asing yang sangat inovatif, didukung teknologi, modal, dan jaringan usaha yang sangat luas akan membuat UKM sulit berkompetisi dan berkembang.
  3. Kelemahan pengaturan dan penegakan hukum dapat mengancam semakin terdesaknya UKM oleh usaha besar yang secara agresif memasuki wilayah usaha yang sepantasnya diperuntukkan bagi UKM.
  4. Masih rendahnya komitmen mutu dari pelaku UKM, menyebabkan rendahnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keandalan produk UKM.
  5. Rendahnya kepercayaan konsumen terhadap pelaku UKM akibat kurangnya komitmen penegakan etika bisnis.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung WAJIB Comment, Agar Kami Bisa Tahu Efektifitas Blog Kami.